Polri Sudah Miliki Daftar Calon Kapolda Jawa Timur dan AsSDM

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan daftar nama-nama kandidat yang akan mengisi jabatan strategis, yakni Kapolda Jawa Timur dan Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AsSDM). Hal ini disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, dalam konferensi pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu lalu. Meskipun demikian, nama-nama calon tersebut belum dapat diungkapkan ke publik.
Irjen Pol. Sandi menjelaskan bahwa proses seleksi calon Kapolda Jatim dan AsSDM telah melalui tahapan yang ketat dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku di tubuh Polri. Salah satu tahapan penting yang telah dilalui adalah pembahasan dalam Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri. Wanjakti merupakan lembaga yang bertugas mengevaluasi dan merekomendasikan calon pejabat tinggi kepolisian berdasarkan kompetensi, pengalaman, dan integritas.
“Pimpinan kepolisian, dalam hal ini Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, telah memiliki daftar nama-nama yang akan dipertimbangkan untuk mengisi posisi-posisi tersebut. Namun, kami belum dapat mengumumkan nama-nama tersebut karena masih dalam proses finalisasi,” ujar Irjen Pol. Sandi.
Proses seleksi ini menunjukkan komitmen Polri untuk menempatkan orang-orang terbaik di posisi-posisi kunci.
Kapolda Jawa Timur, misalnya, merupakan jabatan yang memegang peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia. Sementara itu, AsSDM bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya manusia Polri, termasuk pembinaan karir dan peningkatan kompetensi personel.
Meskipun nama-nama kandidat belum diumumkan, spekulasi mengenai siapa yang akan mengisi jabatan-jabatan tersebut mulai bermunculan. Beberapa nama perwira tinggi Polri yang dianggap memiliki kapabilitas dan pengalaman memadai disebut-sebut masuk dalam daftar calon. Namun, Irjen Pol. Sandi menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Kapolri dan pimpinan Polri lainnya.
“Kami memastikan bahwa proses ini berjalan transparan dan objektif. Semua calon telah melalui penilaian yang komprehensif, termasuk dari segi kepemimpinan, kinerja, dan dedikasi terhadap tugas,” tambahnya.
Kosongnya posisi Kapolda Jatim dan AsSDM selama beberapa waktu terakhir telah memicu berbagai pertanyaan dari publik. Namun, Polri memastikan bahwa tugas-tugas di kedua posisi tersebut tetap berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antar jajaran. Pengisian jabatan ini diharapkan dapat memperkuat kinerja Polri, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Dengan adanya pengumuman ini, masyarakat Jawa Timur dan seluruh Indonesia menantikan siapa sosok yang akan memimpin kepolisian di Jawa Timur serta mengelola sumber daya manusia Polri ke depan. Keputusan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kinerja Polri secara keseluruhan, terutama dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat.
BACA JUGA : Oky Suryowahono Paparkan Strategi Atasi Tantangan Keamanan Data dan Privasi dalam Pengembangan AI