Megawati Bahas Isu Palestina dan Perkenalkan BRIN kepada Pangeran Khaled bin Mohamed

Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, melakukan pertemuan penting dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed, di Sea Palace, Uni Emirat Arab (UEA), pada Sabtu (15/2) malam waktu setempat. Pertemuan ini membahas berbagai isu strategis, termasuk situasi di Palestina serta penjajakan kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dengan lembaga riset di UEA.
Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi oleh Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, yang bertindak sebagai penerjemah. Megawati, yang juga menjabat sebagai Dewan Pengarah BRIN, memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan BRIN sebagai lembaga riset terbesar di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa BRIN memiliki 12 bidang kajian utama dan didukung oleh sekitar 8.000 peneliti. “BRIN memiliki visi, misi, dan program yang bertujuan untuk menghasilkan penelitian inovatif guna mendukung kemajuan Indonesia. Oleh karena itu, kerja sama dengan lembaga riset dan inovasi di UEA sangat penting untuk dijajaki,” ujar Zuhairi dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Minggu (16/2).
Pertemuan ini tidak hanya fokus pada kerja sama di bidang riset dan inovasi, tetapi juga membahas isu-isu global, khususnya situasi di Palestina. Megawati menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka dan memperoleh hak-haknya. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia selalu aktif menyuarakan dukungan bagi Palestina di berbagai forum internasional. Diskusi ini menunjukkan bahwa Indonesia dan UEA memiliki kesamaan pandangan dalam menyikapi isu-isu kemanusiaan dan perdamaian global.
Pangeran Khaled bin Mohamed bin Zayed menyambut baik gagasan kerja sama di bidang riset dan inovasi yang diajukan oleh Megawati.
UEA dikenal sebagai negara inovatif di Timur Tengah dengan lembaga riset maju seperti MBRSC dan Masdar City. Kerja sama BRIN dengan lembaga riset UEA diharapkan menghasilkan terobosan baru yang bermanfaat bagi kedua negara.
Fokus utama kerja sama ini mencakup energi terbarukan, teknologi informasi, serta pengembangan sumber daya manusia unggul.
Megawati juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kesehatan. Ia menyatakan bahwa Indonesia siap berkontribusi dalam upaya-upaya global untuk menciptakan solusi inovatif yang berkelanjutan. “Kita hidup di era di mana kolaborasi antarnegara menjadi kunci untuk mengatasi masalah-masalah kompleks. Indonesia dan UEA dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan hal ini,” tambah rans slot.
Pertemuan ini membuktikan upaya Indonesia memperkuat hubungan dengan UEA dalam politik, ekonomi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Megawati sebagai mantan presiden terus berperan aktif dalam diplomasi, memperkenalkan potensi nasional di dunia internasional.
Diharapkan kerja sama Indonesia dan UEA semakin erat, terutama dalam riset dan inovasi demi kemajuan berbasis teknologi. Ini sejalan dengan visi Indonesia menjadi negara maju berbasis ilmu pengetahuan serta memperkuat posisinya di Asia Tenggara.