IKD Jadi Kunci Penting dalam Efisiensi Layanan Perbankan dan Inklusi Keuangan

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi, menegaskan bahwa pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) akan menjadi faktor krusial dalam mendukung efisiensi layanan perbankan dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Hal ini disampaikan Teguh dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/3/2025). Menurutnya, data kependudukan yang akurat dan terintegrasi secara digital akan mempermudah proses layanan perbankan, terutama dalam hal verifikasi identitas nasabah.
“Pemanfaatan IKD tidak hanya mendorong efisiensi layanan perbankan, tetapi juga membuka akses keuangan yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil,” ujar Teguh. Ia menambahkan bahwa digitalisasi data kependudukan ini akan meminimalisir risiko kesalahan identitas dan mempercepat proses administrasi, sehingga layanan perbankan dapat lebih cepat dan akurat.
Sebagai langkah konkret, Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri telah menjalin kerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang tergabung dalam Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat digitalisasi layanan perbankan sekaligus memastikan perlindungan data pribadi nasabah. “Kolaborasi ini akan memastikan bahwa data kependudukan yang digunakan oleh BPR dan BPRS tetap aman dan terlindungi,” jelas Teguh.
IKD, yang merupakan bentuk digital dari Kartu Tanda Penduduk (KTP), diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan dalam layanan perbankan, seperti kesulitan verifikasi identitas nasabah di daerah terpencil atau terbelakang.
Dengan IKD, proses pembukaan rekening, pengajuan kredit, dan layanan keuangan lainnya dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. “Ini akan mendorong inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan perbankan konvensional,” tambah Teguh.
Selain itu, pemanfaatan IKD juga diharapkan dapat mengurangi praktik penipuan atau penyalahgunaan identitas dalam transaksi keuangan. Dengan sistem yang terintegrasi, bank dapat memverifikasi identitas nasabah secara real-time, sehingga risiko fraud dapat diminimalisir. “Keamanan data nasabah adalah prioritas utama. Kami memastikan bahwa sistem IKD dirancang dengan standar keamanan yang tinggi,” tegas Teguh.
BACA JUGA : Wing Komando I Kopasgat Siapkan Mobil Dapur dan Air Minum untuk Bantu Korban Banjir
Kerja sama antara Dukcapil dan Perbarindo ini juga mencakup pelatihan dan sosialisasi bagi para pelaku usaha perbankan dalam memanfaatkan IKD.
“Kami akan memberikan pelatihan kepada staf BPR dan BPRS agar mereka dapat menggunakan IKD secara optimal. Ini penting untuk memastikan bahwa manfaat IKD dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Teguh.
Di sisi lain, Perbarindo menyambut baik kerja sama ini. Ketua Umum Perbarindo, Budi Satria, menyatakan bahwa IKD akan menjadi game changer dalam layanan perbankan, terutama bagi BPR dan BPRS yang selama ini melayani masyarakat di daerah terpencil. “IKD akan mempermudah proses verifikasi nasabah dan mempercepat layanan keuangan. Ini sangat membantu dalam meningkatkan daya saing BPR dan BPRS,” kata mnc toto.
Dengan adanya IKD, diharapkan layanan perbankan dapat lebih inklusif dan merata, menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala masalah identitas.
“Kami terus mendorong digitalisasi layanan perbankan agar semua masyarakat dapat mengakses layanan keuangan dengan mudah.” Teguh menegaskan komitmen untuk memastikan tidak ada lagi hambatan dalam akses layanan keuangan nasional. Melalui langkah-langkah inovatif, digitalisasi perbankan diharapkan menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan efisien.
Dukcapil dan Perbarindo bekerja sama untuk menghadirkan layanan keuangan yang aman, mudah, serta ramah bagi masyarakat. Inisiatif ini bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan sistem perbankan yang lebih stabil dan terpercaya. Dengan transformasi digital, layanan perbankan semakin mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Digitalisasi keuangan menjadi kunci utama dalam membangun sistem perbankan yang modern, adaptif, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara Dukcapil dan Perbarindo diharapkan mampu mempercepat inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia.