April 3, 2025

Keluarga Korban Minta Oknum TNI AL Pembunuh Jurnalis di Kalsel Dihukum Maksimal

0
Keluarga Korban Minta Oknum TNI AL Pembunuh Jurnalis di Kalsel Dihukum Maksimal

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"source_ids":{},"source_ids_track":{},"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Keluarga Juwita (23), jurnalis yang menjadi korban pembunuhan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menuntut agar oknum anggota TNI AL berinisial J berpangkat Kelasi Satu yang diduga sebagai pelaku dihukum seberat-beratnya. Susi Anggraini, perwakilan keluarga korban, secara tegas menyampaikan permintaan ini usai memenuhi panggilan penyidik di Denpomal Banjarmasin pada Sabtu (11/3).

“Kami menginginkan hukuman maksimal untuk pelaku. Keadilan harus ditegakkan atas kematian anggota keluarga kami,” tegas Susi. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat yang diambil oleh penyidik Pomal TNI AL dalam mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus ini. “Kami berterima kasih karena TNI AL menunjukkan komitmen serius untuk mengungkap kasus ini tuntas. Kami ingin pelaku bertanggung jawab penuh atas perbuatannya,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Muhammad Pazri, kuasa hukum keluarga korban, menjelaskan bahwa kehadirannya bersama tim bertujuan untuk memberikan keterangan tambahan guna memperjelas barang bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan berencana. “Kami mendukung proses hukum yang transparan dan adil. Semua bukti harus dikumpulkan secara menyeluruh agar tidak ada celah bagi pelaku untuk lolos dari jeratan hukum,” ujar Pazri.

Kasus pembunuhan terhadap Juwita, seorang jurnalis muda yang aktif meliput isu-isu sosial, telah menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan seprofesinya. Insiden ini juga memantik keprihatinan publik, terutama mengingat korban merupakan pekerja media yang seharusnya dilindungi dalam menjalankan tugasnya.

Keluarga berharap proses hukum berjalan tanpa intervensi dan pelaku mendapatkan sanksi sesuai dengan beratnya tindakan yang dilakukan.

“Kami tidak ingin ada lagi korban seperti Juwita. Hukuman yang tegas akan menjadi pelajaran bagi siapa pun yang berniat melakukan kekerasan, terutama terhadap jurnalis,” tegas situs slot.

TNI AL sendiri telah menyatakan keseriusannya dalam menangani kasus ini. Penyidik terus bekerja untuk mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi guna memastikan proses peradilan berjalan objektif. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi keluarga korban sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi jurnalis dan lembaga perlindungan HAM, terus mengalir untuk mendorong penyelesaian kasus ini secara transparan. Keluarga Juwita bertekad untuk terus memperjuangkan keadilan hingga pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal. “Kami tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkas Susi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *